Bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah umrah, berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan pengalaman yang sangat mengesankan.
Namun, luasnya kawasan masjid dan banyaknya jamaah dari berbagai negara terkadang membuat jamaah kesulitan mengenali arah. Setelah selesai beribadah, seseorang bisa saja lupa melalui pintu mana ia masuk, kesulitan menemukan lokasi rombongan, atau tidak ingat jalan kembali menuju hotel.
Kondisi seperti ini dapat terjadi kepada siapa saja, terutama jamaah lansia atau jamaah yang belum terbiasa dengan lingkungan sekitar.
Karena itu, persiapan sederhana sebelum menuju masjid sangat penting.
Berikut beberapa tips agar jamaah lebih mudah menemukan jalan dan tetap aman selama beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.
Sebelum masuk ke masjid, jangan hanya mengikuti rombongan tanpa memperhatikan lokasi.
Perhatikan dengan baik:
Nama atau nomor pintu.
Arah masuk dan keluar.
Bangunan atau fasilitas yang berada di sekitar pintu.
Area yang mudah dikenali sebagai patokan.
Jalur yang digunakan oleh rombongan.
Setelah masuk, sempatkan melihat kembali lokasi pintu yang digunakan.
Sebelum berpisah dengan rombongan, foto pintu atau area sekitar masjid menggunakan handphone.
Foto tersebut dapat menjadi pengingat ketika jamaah selesai beribadah.
Namun, jangan hanya mengandalkan nomor pintu. Gunakan juga patokan lain karena kondisi sekitar dapat terasa berbeda ketika ramai.
Salah satu hal terpenting sebelum berangkat ke masjid adalah memastikan lokasi hotel tersimpan di handphone.
Sebaiknya:
Simpan nama hotel.
Simpan alamat hotel.
Simpan lokasi hotel di aplikasi peta.
Screenshot lokasi hotel.
Simpan nomor telepon hotel jika tersedia.
Foto bagian depan atau papan nama hotel.
Dengan begitu, jika jamaah lupa jalan pulang, informasi tersebut dapat digunakan untuk meminta bantuan.
Jangan hanya mengandalkan handphone milik anak atau pendamping.
Sebaiknya informasi hotel juga ditulis pada kartu kecil atau kertas yang selalu dibawa.
Sebelum meninggalkan hotel, tanyakan kepada Tour Leader mengenai meeting point atau titik berkumpul.
Meeting point sebaiknya disepakati sebelum jamaah berpencar.
Contohnya:
“Setelah selesai salat, kita berkumpul di titik yang sudah ditentukan.”
Hal ini sangat membantu apabila jamaah terpisah dari anggota rombongan.
Lokasi meeting point.
Waktu berkumpul.
Cara menuju titik tersebut.
Siapa yang harus dihubungi jika terlambat.
Apa yang harus dilakukan apabila tidak menemukan rombongan.
Jangan mengandalkan kalimat “nanti ketemu di depan masjid”.
Kawasan masjid sangat luas dan “depan masjid” dapat berarti banyak lokasi.
Tentukan titik yang lebih spesifik sesuai arahan Tour Leader.
Nomor Tour Leader dan Muthawwif merupakan salah satu informasi yang wajib disimpan jamaah.
Simpan nomor tersebut di:
Handphone.
Catatan kecil.
Buku atau kartu informasi jamaah.
Sebaiknya jamaah tidak hanya menyimpan nomor sendiri. Teman sekamar atau anggota keluarga juga dapat memiliki nomor pendamping sebagai cadangan.
Nama: Tour Leader/Muthawwif.
Nomor telepon: Nomor yang aktif selama perjalanan.
Kapan harus menghubungi: Misalnya ketika tersesat, terpisah dari rombongan, atau mengalami keadaan darurat.
Jika terpisah dari rombongan, jangan panik. Hubungi pendamping dan ikuti arahan yang diberikan.
Identitas jamaah sangat penting, terutama ketika berada di tempat yang ramai.
Sebaiknya jamaah selalu membawa identitas yang memuat informasi seperti:
Nama jamaah.
Nama travel.
Nomor kontak Tour Leader.
Nomor kontak darurat.
Informasi hotel.
Identitas lain sesuai kebutuhan perjalanan.
Untuk jamaah lansia atau anak-anak, identitas tersebut menjadi semakin penting.
Jika jamaah terpisah dari rombongan, informasi tersebut dapat membantu orang lain atau petugas menghubungi pihak yang bertanggung jawab.
Ketika pertama kali berada di Tanah Suci, banyak hal terlihat hampir sama.
Jalan, pintu, gedung, dan kerumunan jamaah dapat membuat seseorang sulit mengingat arah.
Karena itu, jangan malu menggunakan bantuan teknologi.
Gunakan:
Google Maps atau aplikasi peta lainnya.
Screenshot lokasi hotel.
Foto pintu masjid.
Catatan alamat hotel.
Nomor kontak pendamping.
Lebih baik menyimpan informasi sejak awal daripada panik ketika sudah tersesat.
Bagi jamaah lansia atau yang mudah bingung, sebaiknya tidak berjalan sendirian di kawasan yang ramai.
Jika ingin menuju masjid atau kembali ke hotel, usahakan:
Berjalan bersama teman sekamar.
Bersama keluarga.
Mengikuti rombongan.
Memberi tahu pendamping apabila ingin berpisah.
Jika tidak yakin dengan arah, berhenti terlebih dahulu dan tanyakan kepada pendamping atau petugas.
Jangan terus berjalan tanpa mengetahui tujuan karena justru dapat semakin jauh dari lokasi yang dicari.
Terpisah dari rombongan bukan berarti keadaan darurat.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang.
1. Berhenti di tempat yang aman.
Jangan terus berjalan tanpa arah.
2. Hubungi Tour Leader atau Muthawwif.
Sampaikan lokasi atau patokan yang terlihat.
3. Gunakan lokasi hotel yang sudah disimpan.
Jika memungkinkan, kirimkan lokasi kepada pendamping.
4. Cari petugas yang dapat membantu.
Jika mengalami kesulitan, mintalah bantuan kepada petugas di kawasan masjid.
5. Jangan berpindah-pindah tempat tanpa komunikasi.
Jika sudah menentukan satu titik untuk menunggu, tetap berada di area tersebut selama kondisi aman dan memungkinkan.
Handphone menjadi salah satu alat penting selama perjalanan umrah.
Pastikan baterai cukup sebelum meninggalkan hotel.
Isi baterai sebelum berangkat ke masjid.
Bawa power bank jika diperbolehkan dan sesuai ketentuan penerbangan.
Aktifkan fitur lokasi.
Simpan nomor penting.
Screenshot informasi hotel.
Simpan foto identitas dan informasi perjalanan di tempat yang aman.
Jangan sampai ketika membutuhkan bantuan, handphone justru kehabisan baterai.
Jamaah lansia membutuhkan perhatian lebih karena lebih mudah lelah, bingung dengan lingkungan baru, atau kesulitan berjalan jauh.
Sebelum berangkat, pastikan:
Ada pendamping yang bertanggung jawab.
Identitas selalu dibawa.
Nomor pendamping tersimpan.
Informasi hotel tertulis pada kartu.
Meeting point sudah dipahami.
Aktivitas disesuaikan dengan kondisi fisik.
Tidak meninggalkan jamaah lansia sendirian di area yang ramai.
Jika menggunakan kursi roda atau alat bantu mobilitas, komunikasikan kebutuhan tersebut kepada pendamping perjalanan.
Sebelum meninggalkan hotel, pastikan:
Mengetahui pintu masuk/keluar yang digunakan.
Mengetahui meeting point.
Menyimpan lokasi hotel.
Membawa identitas jamaah.
Menyimpan nomor Tour Leader.
Menyimpan nomor Muthawwif.
Membawa handphone.
Baterai handphone cukup.
Membawa air minum.
Menggunakan alas kaki yang nyaman.
Tidak pergi sendirian jika membutuhkan pendampingan.
Jika jamaah benar-benar kehilangan arah, ingat 5 langkah sederhana:
TENANG → BERHENTI → CEK LOKASI → HUBUNGI PENDAMPING → MINTA BANTUAN
Jangan panik dan jangan terus berjalan tanpa tujuan.
Tetap berada di tempat yang aman, hubungi Tour Leader atau Muthawwif, lalu ikuti arahan mereka.
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan tempat yang sangat luas dan dapat menjadi sangat ramai. Bagi jamaah yang baru pertama kali datang, kehilangan arah dapat terjadi meskipun sudah berhati-hati.
Namun, risiko tersebut dapat diminimalkan dengan persiapan sederhana.
Lima hal yang paling penting untuk diingat adalah:
1. Kenali pintu masjid.
2. Simpan lokasi hotel.
3. Tentukan meeting point.
4. Simpan kontak Tour Leader dan Muthawwif.
5. Selalu bawa identitas jamaah.
Tambahkan dengan baterai handphone yang cukup, selalu mengikuti rombongan, dan jangan ragu meminta bantuan ketika mengalami kesulitan.
Dengan persiapan yang baik, jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang tanpa terlalu khawatir kehilangan arah.
Perjalanan umrah bukan hanya tentang keberangkatan menuju Tanah Suci, tetapi juga bagaimana jamaah merasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah.
Azana Tour berkomitmen membantu jamaah melalui persiapan perjalanan, manasik, informasi keberangkatan, serta pendampingan selama perjalanan.
Persiapkan perjalanan Anda dengan baik dan fokuskan hati untuk beribadah menuju Baitullah bersama Azana Tour.
Konsultasikan rencana ibadah anda bersama tim kami, gratis tanpa syarat.
Konsultasi Sekarang